Sekitar bulan september salah seorang pamanku meninggal dunia yang pada waktu itu aku berada di Pesisir selatan,hari itu ibuku dan beberapa saudara yang ada disekitaran rumahku pergi mendatangi pamanku yang waktu itu masih dirawat disalah satu Rumah Sakit dikota Padang,karena sudah hampir malam ibuku tak kunjung mengabari apakah ibu pulang atau menginap disana oleh karena itu aku mencoba untuk menelponnya sesudah shlat magrib . Sewaktu telepon diangkat suara ibuku berubah seperti baru menangis akupun bertanya apa yang terjadi ibu menjawab "paman mu meninggal" innallahi wainaillahi rojiun , pamanku meninggal di usia 49 tahun meninggalkan 1 istri dsn 2 orang anak perempuan .
Maka keesokan harinya aku bapak dan beserta adik2 segers berangkat ke Padang untuk menghadiri proses pemakaman ,untunglah aku datang sebelum proses memandikan jenazah dan akupun ikut memandikan jenazah pamanku.Setelah proses memandikan jenazah selesai ustad yang memimpin doa mempersilahkan anggota keluarga untuk melihat jenazah pamanku untuk terakhir kalinya , disitulah tangis mulai pecah termasuk aku dan yang paling merasa kehilangan adalah ibuku sampai dia tak sadarkan diri dan mencoba untuk menenangkan ibuku.
Setelah selesai melakukan shalat jenazah dan akan memakamkan pamanku disitulah aku bertemu dengan seseorang yang awalnya aku kira dia adalah salah seorang saudaraku dia bernama Mia , "abang ikut kepemakaman kan?,kalo iya kita bareng aja naik motor aku " karena waktu itu aku juga tidak tahu bakal naik ambulan atau gabung dengan mobil saudara akhirnya aku mengiyakan saran dari dia. Ditengah perjalanan aku baru sadar karena baru bertanya dia siapa "aku Mia bang temannya Fauza" ,aku kaget karena awalnya aku berpikir dia adalah anak dari tante aku ternyata bukan dan ya sewaktu beriringan dengan mobil yang ada ibuku semua sadara yang ada disana bertanya2
Setelah hari itu terkadang aku menelepon dan chat lewat whatsapp , dan kalian tahu istri pamanku dan pamanku sendiri sangat mengenal sosok Mia ini bahkan sampai dianggap sebagai anak maka wajar jika tante,ibuku dan saudara yang lain ingin aku menikah dengan wanita yang bernama Mia ini,sedangkan aku tidak tahu apakah dia punya rasa yang sama dan mau mengikuti saran dari istri pamanku tersebut . Andai saja pamanku masih ada mungkin dia akan sangat membantunya , tapi takdir berkata lain , "Dia datang dan pergi itulah cinta, dia datang dan menangis itulah kematian" . Untuk pamanku semoga tenang disana, semoga amal ibadah semasa hidup diterima .
Maka keesokan harinya aku bapak dan beserta adik2 segers berangkat ke Padang untuk menghadiri proses pemakaman ,untunglah aku datang sebelum proses memandikan jenazah dan akupun ikut memandikan jenazah pamanku.Setelah proses memandikan jenazah selesai ustad yang memimpin doa mempersilahkan anggota keluarga untuk melihat jenazah pamanku untuk terakhir kalinya , disitulah tangis mulai pecah termasuk aku dan yang paling merasa kehilangan adalah ibuku sampai dia tak sadarkan diri dan mencoba untuk menenangkan ibuku.
Setelah selesai melakukan shalat jenazah dan akan memakamkan pamanku disitulah aku bertemu dengan seseorang yang awalnya aku kira dia adalah salah seorang saudaraku dia bernama Mia , "abang ikut kepemakaman kan?,kalo iya kita bareng aja naik motor aku " karena waktu itu aku juga tidak tahu bakal naik ambulan atau gabung dengan mobil saudara akhirnya aku mengiyakan saran dari dia. Ditengah perjalanan aku baru sadar karena baru bertanya dia siapa "aku Mia bang temannya Fauza" ,aku kaget karena awalnya aku berpikir dia adalah anak dari tante aku ternyata bukan dan ya sewaktu beriringan dengan mobil yang ada ibuku semua sadara yang ada disana bertanya2
Setelah hari itu terkadang aku menelepon dan chat lewat whatsapp , dan kalian tahu istri pamanku dan pamanku sendiri sangat mengenal sosok Mia ini bahkan sampai dianggap sebagai anak maka wajar jika tante,ibuku dan saudara yang lain ingin aku menikah dengan wanita yang bernama Mia ini,sedangkan aku tidak tahu apakah dia punya rasa yang sama dan mau mengikuti saran dari istri pamanku tersebut . Andai saja pamanku masih ada mungkin dia akan sangat membantunya , tapi takdir berkata lain , "Dia datang dan pergi itulah cinta, dia datang dan menangis itulah kematian" . Untuk pamanku semoga tenang disana, semoga amal ibadah semasa hidup diterima .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar