Minggu, 28 Juli 2019

Antara Pertemuan & Kematian

   Sekitar bulan september salah seorang pamanku meninggal dunia yang pada waktu itu aku berada di Pesisir selatan,hari itu ibuku dan beberapa saudara yang ada disekitaran rumahku pergi mendatangi pamanku yang waktu itu masih dirawat disalah satu Rumah Sakit dikota Padang,karena sudah hampir malam ibuku tak kunjung mengabari apakah ibu pulang atau menginap disana oleh karena itu aku mencoba untuk menelponnya sesudah shlat magrib . Sewaktu telepon diangkat suara ibuku berubah seperti baru menangis akupun bertanya apa yang terjadi ibu menjawab "paman mu meninggal" innallahi wainaillahi rojiun , pamanku meninggal di usia 49 tahun meninggalkan 1 istri dsn 2 orang anak perempuan . 

    Maka keesokan harinya aku bapak dan beserta adik2 segers berangkat ke Padang untuk menghadiri proses pemakaman ,untunglah aku datang sebelum proses memandikan jenazah dan akupun ikut memandikan jenazah pamanku.Setelah proses memandikan jenazah selesai ustad yang memimpin doa mempersilahkan anggota keluarga untuk melihat jenazah pamanku untuk terakhir kalinya , disitulah tangis mulai pecah termasuk aku dan yang paling merasa kehilangan adalah ibuku sampai dia tak sadarkan diri dan mencoba untuk menenangkan ibuku.

    Setelah selesai melakukan shalat jenazah dan akan memakamkan pamanku disitulah aku bertemu dengan seseorang yang awalnya aku kira dia adalah salah seorang saudaraku dia bernama Mia , "abang ikut kepemakaman kan?,kalo iya kita bareng aja naik motor aku " karena waktu itu aku juga tidak tahu bakal naik ambulan atau gabung dengan mobil saudara akhirnya aku mengiyakan saran dari dia. Ditengah perjalanan aku baru sadar karena baru bertanya dia siapa "aku Mia bang temannya Fauza" ,aku kaget karena awalnya aku berpikir dia adalah anak dari tante aku ternyata bukan dan ya sewaktu beriringan dengan mobil yang ada ibuku semua sadara yang ada disana bertanya2

    Setelah hari itu terkadang aku menelepon dan chat lewat whatsapp , dan kalian tahu istri pamanku dan pamanku sendiri sangat mengenal sosok Mia ini bahkan sampai dianggap sebagai anak maka wajar jika tante,ibuku dan saudara yang lain ingin aku menikah dengan wanita yang bernama Mia ini,sedangkan aku tidak tahu apakah dia punya rasa yang sama dan mau mengikuti saran dari istri pamanku tersebut . Andai saja pamanku masih ada mungkin dia akan sangat membantunya , tapi takdir berkata lain , "Dia datang dan pergi itulah cinta, dia datang dan menangis itulah kematian" . Untuk pamanku semoga tenang disana, semoga amal ibadah semasa hidup diterima . 

Rabu, 24 Juli 2019

Mencoba

  Setelah hampir 2 bulan aku didaerah Pesisir selatan sana aku masih sibuk membantu usaha ibu tidak memikirkan hal yang lain maksudnya memikirkan hal yang berhubungan dengan wanita karena memang aku belum terlalu kenal dengan warga disana dan bahkan bisa dikatakan tidak memiliki teman , jadi aku benar2 sendiri pergaulanku cuma sebatas mengenal beberapa saudara yang aku tahu disana tidak lebih.
   
        Memang aku sempat mengenal 1 atau 2 cewe disana tapi tidak lebih dari sekedar kenal , sempat terpikir untuk coba mencari seseorang untuk dijadikan "teman" tapi karena aku tidak punya banyak kenalan jadinya ya aku sedikit mengurungkan niat itu.Sampai waktu itu pamanku menyuruhku untuk membuat lamaran pekerjaan disalah satu hotel yang ada disekitaran rumahku karena setelah dicari tahu pemilik hotel itu adalah teman pamanku dan besoknya aku pun membuat resume kerjaku siangnya aku antar ,hampir 2 minggu setelah itu ketika sedang mengantarkan ibuku kerumah sakit setempat aku mendapat telepon dari nomor baru yang mana itu adalah nomor telepon dari pemilik hotel sendiri dan aku diminta datang siang ini di jam 3 ,akupun memberitahukan berita ini ke ibu dan beliau senang dan menyelesaikan urusannya dirumah sakit.

      Setelah 3 hari bekerja dihotel waktu itu aku sudah mulai akrab dengan teman2 disana,mereka banyak bertanya aku asli mana,udah berapa lama didaerah ini dan ada yang menanyakan apakah aku masih single ya semuanya aman2 saja aku menjawab pertanyaan mereka dengan santai,selama beberapa hari bekerja aku memperhatikan satu orang perempuan disana yang namanya intan(itu nama asli), walaupun namanya sama dengan mantan aku waktu sekolah dulu tapi secara sikap dia welcome banget dan waktu itupun akupun sedikit menaruh hati kedianya tapi aku masih bisa stay cool dan tidak terlalu memperlihatkan ekspresi suka ke dianya.

     Masuk hari kelima bekerja salah seorang temanku ditempat kerja mengatakan aku suka sama si intan aku langsung kaget karena aku tidak pernah benar2 bercerita tentang orang yang aku suka ditempat kerja waktu itu , entah karena dia punya semacam kekuatan membaca pikiran orang aku nggak tahu dia bilang dia bisa baca ekspresi wajah aku yang keliatan jelas suka sama si intan ini,awalnya aku sempat bilang nggak tapi dia tetap bilang "jangan bohong keliatan kok bal" wah bahaya ini kalo lagi berdua sama dia pikirku waktu itu,tapi aku akhirnya aku mengaku jika aku memang suka sama intan tapi aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkan hal itu aku cuma sekedar suka tidak lebih . Tapi temanku itu bilang kenapa tidak dicoba siapa tahu dia juga suka , oke kalau memang begitu dan akupun mencoba mendekati dia secara pribadi and voila aku sempat makan berdua sama dia karena waktu itu dia lagi masak nasi goreng dan kebetulan aku ada disana berdua didapur .

     Aku mencoba lebih dekat dengan dia bercerita banyak hal tentang tempat tinggalku sebelumnya dan dia juga ingin mengunjunginya karena dia jarang untuk pergi sekedar jalan2 dluar dari kota tempat kami tinggal waktu itu . Aku benar2 jatuh cinta dengannya , suka bagaimana dia terseyum,bagaimana dia bicara dan tutur kata yang lembut.Tapi kenyataannya adalah aku tidak benar2 pernah mengungkapkan perasaanku waktu itu karena seolah ada ragu untuk mengatakan hal demikian jadi sampai hari terakhir aku bekerja dihotel itu dia tidak pernah tahu aku menaruh rasa ke dianya entah kalau sekarang .

      

Selasa, 23 Juli 2019

From Zero

  Terhitung sudah hampir 1 tahun semenjak aku pergi dari Pekanbaru dan menetap diPadang , lebih tepatnya aku september 2018 aku didaerah Pesisir Selatan dan d awal januari aku pindah ke kota Padang . Awalnya berat hati untuk meninggalkan Pekanbaru dan tinggal disini karena dulu aku punya pemikiran "Aku ingin hidup dan mati hanya dikota ini" kurang lebih begitulah pemikiranku saat itu.

   Setelah aku mengabari ibuku bahwa aku akan tinggal bersamanya (lagi) ibuku sangat senang karena aku anak pertama dari 8 bersaudara tentu saja itu dia mengiyakan kabar yang aku sampaikan jadi terhitung tanggal 13 september 2018 aku meninggalkan kota pekanbaru yang sudah banyak memberikan cerita untukku . Ketika sudah diperjalanan aku sempat berpikir "apakah ini jalan terbaik yang harus aku ambil untuk kedepannya" karena jujur waktu itu hal yang sangat memberatkanku untuk pergi adalah meninggalkan dia karena pada awalnya dia juga tidak setuju dengan keputusan yang aku ambil . Tapi aku menjelaskan lagi bahwa sampai kapan aku akan bertahan dengan keadaan menganggur seperti saat itu sedangkan biaya kos saja sudah menunggak 3bulan dan akhirnya dia menerima keputusan ini .

    Sesampainya dirumah tempat ibuku berada aku disambut dengan pelukan hangat antara senang dan ingin menangis tapi aku berusaha menutupi keadaanku yang sebenarnya karena aku tidak mau ibuku terlalu memikirkan keadaanku sewaktu diPekanbaru apalagi masalah yang aku alami dengan pacarku,dan mulailah kehidupan pertamaku dikota Pesisir Selatan yang jaraknya sekitar 1 setengah jam dari kota Padang itu sendiri.

    Sewaktu aku disana aku baru tahu ternyata ibuku membuka usaha kecil2an karena aku yang baru datang dan belum memiliki pekerjaan jadinya aku membantu ibu menjalankan usahanya hal pertama yang aku sadari tentang tempat itu adalah panasnya beda banget dengan pekanbaru dan kebetulan rumahku disana letaknya tidak terlalu jauh dari pantai jadi ya bisa dikatakan panasnya ya karena panas yang dekat sama laut .

     Tak terasa waktu cepat berlalu aku mulai menikmati kehidupan ditempat tinggal yang sekarang walau ya perbedaan terbesarnya adalah disini jam 8 malam warga sudah tidak ada yang keluar lagi seolah di jam segitu kebanyakan orang sudah banyak yang tidur sedangkan aku yang mulai terbiasa dengan suasana tenang seperti ini tak terlalu jadi masalah tapi yang jadi masalah adalah waktu itu aku belum terlalu mengenal orang disana dan jadilah aku seorang introvert ...sedikit .Suatu malam ketika aku tiduran dikamar aku berpikir "jika ini adalah jalan terbaik untukku maka aku akan melakukannya dari awal ...Start from zero" 

Memulai Lagi

    Untuk kesekian kalinya aku membuat blog baru,tidak tahu kenapa aku sering lupa dengan email dan kata sandi yang aku gunakan untuk setiap blog ku,hampir semua orang mengalami hal seperti ini melupakan hal yang bisa dikatakan sangat sepele . Jadi blog ini bercerita tentang kehidupan pribadi yang saat ini aku jalani , jadi bisa dikatakan tidak ada yg WAHH dalam hidupku hanya berisi tentang aku yang dulu dikota Pekanbaru sekarang memilih menetap dikota Padang dan sekarang bekerja disalah satu kantor dinas provinsi , bukan sebagai pegawai negeri sipilnya tapi lebih ke karyawan biasa.

     Jadi diblog yang keberapa aku lupa ini aku bakal menceritakan apa yang membuat aku saat ini berada dikota Padang lebih tepatnya cerita hampir 1 tahun kepergianku dari kota kelahiranku sendiri kota Pekanbaru . 
        Mungkin agak sedikit terlambat untuk memperkenalkan diri walau aku tahu rasio kemungkinan blog ini dibaca sangat rendah ya mungkin kurang dari 1% tapi blog ini akan tetap berlanjut.

       Namaku Muhammad iqbal kelahiran 20 januari 1991 , yap...di usiaku yang hampir menginjak 29 tahun aku masih LAJANG . Bukan karena keinginan tapi keadaanlah yang membuatku berada diposisi saat ini,bukannya aku jomblo tapi aku menjalani hubungan yang namanya yaaa...Long Distance Rela-dibohongin-shit.

    Semuanya bermula ketika aku masih berada diPekanbaru yang saat itu aku tidak ada pekerjaan dan kondisiku saat itu benar-benar cuma mengharapkan uang pemberian ibuku saja , tapi aku tetap berusaha mencari pekerjaan . Dalam keadaanku yang saat itu tidak memiliki pekerjaan dan segudang masalah yang aku hadapi bersama pacarku , ada satu titik dimana akhirnya aku membuat keputusan untuk mengakhiri hubunganku waktu itu,walau itu berat tapi aku melakukannya dengan bukti dan alasan yang kuat . Ya...dia selingkuh

     Akhirnya dengan bergelimang air mata kami sepakat untuk berjalan sendiri,bukannya aku benci dengan keadaan ini hanya saja semua ini terlalu menyakitkan untuk dipertahankan dalam keadaanku yang jatuh secara finansial secara perasaan aku juga terguncang sampai aku masuk fase depresi selama hampir 2 bulan .

     Dan akhirnya suatu hari dia mengirimiku pesan melalui whatapps nya dia mengatakan bahwa dia tidak sanggup harus seperti ini , karena aku bersama dia itu hampir 3 tahun.Singkatnya sampai saat ini aku masih "berhubungan" dengannya  karena terakhir aku bertemu dengannya sewaktu aku berhenti bekerja disalah satu restoran yang cukup terkenal diPekanbaru setelah itu singkatnya dalam keadaan yang sekali lagi menganggur akhirnya aku membuat keputusan untuk pergi dari kota pekanbaru dan tinggal bersama ibu yang saat ini ada diPadang .

     Intinya semenjak kami sepakat untuk "kembali" aku tak benar -benar kembali maksudnya dengan aku menjalani hubungan dengan aku tak pernah lagi bertamu kerumahnya , karena orang tuanya tahu bahwa dia sudah tidak bersamaku melainkan dengan pria yang waktu itu dekat dengannya , jujur aku tidak bisa terima kami memang masih bisa bertemu tapi sembunyi-sembunyi,tidak sesering aku masih berkunjung kerumahnya , sampai dia pernah membandingkanku dengan pria yang waktu itu dekat denganya , aku mengizinkannya untuk pergi dan bahagialah bersama pria yang menurutnya terbaik , aku mengiklhaskan semuanya karena aku yakin allah sudah mempersiapkan jodoh yang terbaik untukku

Aplikasi Pencari JODOH

  Dizaman yang modern seperti sekarang semua keperluan kita benar2 sangat dipermudah seperti abang tukang ojek yang dulu ada dipersimpagan ...